Wednesday, October 5, 2016

Pendakian Gunung Penanggungan Via Tamiajeng Trawas, Jalur yang Cocok bagi Pendaki Pemula

Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng Trawas memang salah satu jalur pendakian yang cocok bagi sobat yang baru belajar mendaki atau ingin sekedar merasakan menjadi seorang Pecinta Alam.


Sebenarnya banyak jalur untuk mendaki gunung yang katanya Miniatur Gunung Semeru ini diantaranya jalur Jolotundo, jalur Gempol dan jalur dari Jedong Ngoro.

Baca : Candi Jedong Ngoro Mojokerto, Situs Prasejarah yang Terlupakan

Namun diantara banyak jalur untuk menuju puncak Gunung Penanggungan. Jalur desa Tamiajeng Trawas ini menjadi favorit para pendaki. Baik pendaki pemula atau pendaki yang sudah lama.

Hal ini dikarenakan Gunung Penanggungan bisa dijadikan Opsi para Pecinta Alam/Traveller untuk sekedar mengobati haus akan dinginnya udara, View Sunrise dan Gemerlapnya langit beratap Bintang.

Saya juga kalau kangen Gunung mesti kesini selain memiliki View yang sangat indah jaraknya juga tidak jauh dari domisili saya di Surabaya. Gunung Penanggungan ini memang ditengah-tengah Jawa Timur.

Gunung Penanggungan terlihat dari Tol Sby - porong

Jadi kalau sobat dari Malang, probolinggo, jombang, tuban, Surabaya, Kediri saya rasa gunung ini bisa menjadi alternatif Spot ketinggian sobat.

Gunung Penanggungan ini mempunyai puncak dengan ketinggian 1653 Mdpl. Gunung ini merupakan satu deretan Pegunungan Arjuno, Welirang, Anjasmoro dan pegunungan kecil di sekitar Taman Tahura.
Arjuno Welirang dari Puncak Bayangan Penanggungan
Jika sobat ingin mendaki saya sarankan lewat jalur Tamiajeng Trawas. Karena bascampnya mudah dicari dan jalur pendakiannya Relatif tidak berat.

Menuju Basecamp Tamiajeng

Basecamp Tamiajeng dan pos perijinan Tamiajeng ini berada di Sebelah Kampus B Ubaya Desa Tamiajeng Trawas.

Jika sobat dari arah Surabaya/Malang bisa lewat jalan Pandaan lalu belok ke Arah Tretes. Dipertigaan mentok atas ambil belok kanan dan ikuti jalan.

Setelah melewati banyak turunan nanti akan melewati percabangan dimana kalau jalur ke kiri menuju Pacet sobat ambil lurus aja Jalannya lebih kecil. Setelah itu sobat akan melewati Terminal Trawas terus aja sampai ketemu pasar dan di pertigaan BRI belok kanan.

Jika tembus jalan raya kebih besar belok kanan lagi dan terus saja keatas dan sampailah di Bascamp.

Jika sobat bingung tanya warga sekitar ya, saya jamin semua orang tahu jalannya.
Atau bisa menggunakan GPS dengan pencarian "Kampus Ubaya Trawas".

Artikel Lain

Sesampainya Bascamp tentunya sobat harus memikirkan motor untuk dititipkan. Jangan khawatir karena sebelum pos perijinan terdapat beberapa warung makan yang juga menerima jasa penitipan motor.

Namun, biasanya saya menitipkan motor di warungnya Bu Indah. Karena sebelum penanggungan ramai hanya terdapat warung bu indah dan orangnya ramah sekali. Warung Bu indah letaknya paling bawah sendiri.

Warung Bu Indah
Bu Indah

Hampir tiap tahun saya ke Gunung Penanggungan dan tentunya tak lupa berfoto sama Bu indah. :D

Oya karena di jalur pendakian via Tamiajeng ini tidak ada sumber mata air. Jadi sobat harus mempersiapkan air banyak dari bawah. Untuk itu saya dan teman-teman biasanya membawa air secukupnya. Bisa juga sobat beli di warung Bu indah.

Oke saya akan mulai ceritakan bagaimana menuju puncak Penanggungan.

Jalur Pendakian

Saat saya pertama ke Gunung Penanggungan ini masih alami dan belum ada petugas penjaga loket. Namun mulai tahun 2015 dikenakan biaya pendakian sebesar Rp.7.500,- / orang.
Pos perijinan (2015)

Selepas Pos perijinan sobat akan jalan mengikuti jalanan yang turun dengan medan batu-batu gunung kecil.
Ikuti saja jalan tersebut sebelah kiri kanan terdapat sawah-sawah dan sesekali sobat akan bertemu warga yang sedang mencari rumput.
Jalur pertama berbatu

Oya biasanya saya mendaki Gunung Penanggungan Malam hari selepas magrib. Karena tidak perlu ambil cuti sepulang kerja bisa langsung kesini.

Dan pendakian malam hari lewat jalur Tamiajeng ini relatif aman.
Biasanya kalau pas lagi puasa saya buka dulu di Warung Bu indah selesai Sholat baru berangkat.

Jarak dari pos perijinan sampai pos 1 memakan waktu kurang lebih setengah jam. Jika jalanan bebatuan sudah habis ikuti saja jalan disini jalannya enak tidak banyak percabangannya.
Dan sampai di Pos 1 jalanannya masih belum begitu nanjak.

Setelah melewati pos 1 sobat harus berjalan kurang kebih 45 menit normal agar sampai pos 2. Dan jalur dari pos 1 ke pos 2 sudah lumayan nanjak hanya beberapa kali landai.

Dari pos 2 ke Pos 3 sebenarnya dekat, namun karena jalurnya sudah Full Trecking jadinya terasa lebih lama. Sobat harus berhati-hari dan atur nafas agar tidak ngos-ngosan ketika nanjak.

Oya, sebelum tahun 2015 jalur pendakian via tamiajeng Trawas ini tidak ada pos-pos nya. Jadi dulu tidak ada patokan pendakian.

Namun yang pasti sobat bisa jadikan patokan sampai sekarang adalah Tali Rafia, Pita, atau marking di Pohon. Intinya di sepanjang jalur pendakian sudah terdapat clue-clue untuk sampai ke Puncak.
Pos 3
Dari pos 3 menuju Pos 4 sobat harus mulai menyiapkan air dan yang manis-manis. Agar menambah stamina sobat karena di jalur ini sangat nanjak sekali. Dan tidak cukup hanya dengan kedua kaki, kedua tanganpun juga harus membantu badan sobat agar bisa berdiri.


Saya pernah saat hujan melewati track ini. Rasanya asoy banget prusutan guys. Karena jalur pendakian kita ini juga jalur air dari Puncak bayangan. Jadi mantel merupakan barang yang wajib dibawa kalau musim hujan.

Selepas Pos 4 sobat harus nanjak lagi walaupun tidak begitu ekstrem. Jika lihat sisi atas pasti sobat melihat vegetasi dalam hutan sudah tidak ada.

Puncak Bayangan

Saya teruskan beberapa langkah dan terlihat Padang Lapang yang sangat luas sekali.
Puncak Bayangan dari atas Puncak Penanggungan
Kalu di analogikan mungkin hampir 2x lapangan sepakbola. Iya, ini namanya Puncak Bayangan.

Puncak Bayangan adalah tempat datar (gundukan dari kejauhan) sebelum Puncak Gunung. Jadi ketika dari bawah pasti kita mikir ini puncaknya. Padahal masih Diatas kita jauh tuh.

Puncak Bayangan baground Puncak Pawitra Penanggungan
Puncak Bayangan Penanggungan ini menjadi salah satu tempat favorit saya ketika kangen gunung. Ketika rindu suara angin, rindu gemerlap bintang, rindu akan canda tawa, dan rindu akan secangkir kopi hangat sedap.

Camping Ground

Puncak Bayangan ini menjadi Camping Ground Pendaki sebelum nanjak ke atas Puncak Pawitra.

Jadi, biasanya jam 3-4 subuh mereka bangun dan naik tanpa membawa Carir. Tas dan tenda tetap di bawah tidak usah khawatir dijamin aman.
Sesama pendaki tidak mungkin mencuri, kalaupum dia mencuri pasti dapat karmanya.

Jalur menuju puncak Penanggungan berada di belakang tenda sobat. Dari kejauhan sudah terlihat bagaimana jalurnya. Tidak ada kata landai untuk sampai Puncak Penanggungan.

Hampir sebagian besar pijakan kita adalah batu. Mulai dari batu besar banget, Sedang, kecil dan kecil banget bercampur tanah. So sobat harus berhati-hati dan waspada jikalau terdapat batu menggelinding dari atas.


Foto diambil saat turun

Sepanjang perjalanan menuju puncak viewnya sangat eksotis sekali apalagi kalau melihat ke arah Puncak Bayangan dari atas. Sebelum sampai Puncak terdapat Goa dari celah Batu Gunung.

Para pendaki yang biasa tiktok/tidak membawa tenda biasanya tidur di Goa ini hanya dengan bermodal matras dan Sleeping Bag.
Namun disini banyak tikusnya guys, makanya dinamakan Goa Tikus.

Goa

Diseputaran Goa tikus ini banyak terdapat Batu-batu besar yang fotoable banget. Namun jangan sampai kisah Pendaki di Merapi terulang. Terlalu asik selfie sampai tidak memperhatikan safetynya.

Oke perlahan tatapan ke atas tinggal langit saja. Hamparan kiri kanan tumbuhan semak belukar yang tak berkambium. Dan sampailah di atas Puncak Penanggungan.

Puncak Pawitra Gunung Penanggungan

Sunrise di Puncak Gunung Penanggungan ini pada pukul 05.20 jadi kalau kalian ingin dapat Golden Sunrise mending start jam 4 dari Puncak Bayangan.

Ya, Sunrise di Puncak Pawitra (Penanggungan) ini memang juara. Hampir setiap kali saya ke Puncak mendapatkan Golden Sunrise.

Dari atas sini jika visibilitynya lagi bagus sobat bisa lihat laut utara jawa, bisa lihat kota Surabaya, bisa lihat Gunung Semeru,  Pegunungan Bromo, dan yang terlihat sangat jelas didepan mata adalah View Gunung Arjuna Welirang.



Bendera
Plakat Puncak
Pegunungan Bromo dan Semeru

Gunung Arjuna Welirang terlihat jelas sekali dan sobat bisa dengan detail menikmati Ciptaan Allah tersebut.

Sejak tahun 2015 di Puncak Penanggungan dipasang tiang Bendera Guys. Jadi menambah Nasionalisme kita, disisi bawah juga terdapat makam kecil "mbah penanggungan" katanya.
Saya sendiri belum pernah kesana.

Bagaimana saya jamin sobat tidak menyesal jika kesini. Keindahan alam yang sangat luar biasa membuat saya pribadi selalu kangen akan Gunung ini.

Apalagi jika sobat masih Pendaki Pemula atau Wanita. Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng Trawas ini sangat cocok bagi sobat Pendaki Pemula.

Baca : Open Trip Backpacker ke Bawean 2017 hanya 700ribuan

15 komentar

Keren nih perjalanannya. Untuk sekarang harga tiketnya berapa ya mas?

Insyaallah masih sama mas HTM nya 😀

Kira-kira butuh persediaan air berapa liter per orangnya bro?

Sore nanti insya Allah saya berangkat kesana mas. Terimakasih infonya 😊

Ampun suhu.. Bukane mas tegar sdh sering kesana. Wkwk

disekitar POS pendakiannya apa ada penyewaan alat2, seperti tenda, dll om?

Wah g ada om..
Mnding cari sewaan di sby atau malang ajah

mas larangan/pantangan di gunung penanggungan apa aja?

Overall g ada larangan sih..
Cuma saran ttp rendah hati dan bawa turun sampah ya..

Berankat naik pagi sorenya turun apa bisa
Tanpa harun menginap di atas?

Bisa banget
kunjungi jugaa catper saya lewat tamiajeng :
http://www.cikasur.com/2017/10/gunung-penanggungan-catatan-perjalanan-menunggu-sidang.html

Mas,kalo misal rombongan pendakinya cwek semua aman gak?


EmoticonEmoticon